Kamis, 25 Oktober 2018

INGIN RASANYA AKU BERHENTI

Aku hanya seorang wanita biasa. Ketika orang bertanya, "apakah kamu tidak capek?"
Rangkaian ungkapan kebohongan selalu terucap dari mulutku, "Tidak". 
Ingin aku teriak IYA, tapi apakah kau akan mengerti? Apakah kau akan masuk dalam perasaa  yang aku sendiri tidak tahu dimana ujungnya.
Dan inilah aku,
Aku yang selalu tersenyum di depanmu
Aku yang selalu menyembunyikan air mataku di hadapanmu
Dan, Aku yang selalu berusaha untuk menerima semuanya.

Aku tidak pernah meminta lebih darimu. Permintaanku selalu sederhana.

Sekarang, hanya ada satu pertanyaan terbesar yang aku punya:
"Jika aku telah tiada, akankah namaku masih kau ingat?"

Aku tidak pernah menyangka bahwa keputusan terbesar dalam hidupku membuatmu kehilangan kebahagian terbesar dalam hidupmu. Jika aku mengetahui hal itu, aku akan mundur sejauh awal semua dimulai. 

Ingin aku berhenti, agar senyum hangatmu bisa kembali lagi. 

Sabtu, 09 Januari 2016

Entahlah apa yang harus ku ambil,,
Semua begitu fana dan terlalu menakutkan..
Adakah yang mau mengerti aku??
Adakah yang mau menjaga perasaanku??
Menyembunyikan semuanya dengan senyuman palsu,, sampai kapan??
Aku hanya wanita biasa. Seorang wanita yang juga bisa menangis. Seorang wanita yang punya hati....

10 jan 2016 😶

Selasa, 29 Desember 2015

Sinar mentari dan embun yang masih melekat di jendela kamar menjadi saksi betapa perhatiannya kamu ke aku.
Semua seperti rekayasa, seperti sudah di atur. Kamu adalah malaikat tanpa sayap yang dikirim Tuhan buat aku.
Terima kasih bubur ayam, vitamin, dan obatnya.
Karenamu, aku berani menatap masa depan lagi.
Entah rasa apa ini sebenarnya. Semuanya membuatku takut, takut akan kebersamaan dan takut akan perpisahaan.
Pengalaman hidup yang pahit, mungkin menjadi satu-satunya alasan mengapa rasa takut itu muncul.
Hari senin itu menjadi hari pertama kalinya kita bertemu. Bercanda dan tertawa bareng di Surabaya Carnival. Siapa yang sangka bahwa kebersamaan kita akan mrnjadi sedekat ini. Rasa saling membutuhkan dan rasa ingin bertemu.
Tapi aku takut setiap menatap matanya yang indah. Apakah kebahagiaan ini hanya sementara? Apakah aku siap dengan perpisahaan yang mungkin terjadi?
Semuanya membuatku takut.
Aku yang takut memulai hidup baru, dan aku yang takut mengenal lawan jenis. Tapi kamu berbeda, kamu membuatku merasakan cinta yang sesungguhnya. Perhatian, kasih sayang, dan semua aku harap tak akan pernah terhenti.....
Hidupku lebih berwarna karenamu. Aku yang bukan siapa-siapa, menjadi aku yang kuat karenamu......
Tuhan jika engkau mengizinkan, izinkan dia disampingku sampai ajal datang menjemputku.....
Terima kasih cikoku